Perlu diingat bahwa fungsi dan tugas seorang pembantu rumah tangga dan baby sitter adalah jelas berbeda. Seorang pembantu rumah tangga berfungsi sebagai pekerja yang bekerja di dalam lingkup rumah tangga yang mempunyai tugas antara lain membersihkan dan merapihkan rumah, menyapu, mengepel, mencuci, menggosok pakaian, merapihkan tempat tidur, mencuci piring dan hal yang menyangkut kebersihan rumah. Namun untuk hal memasak lebih di golongkan kedalam spesifikasi khusus pembantu rumah tangga, yakni pembantu rumah tangga yang memiliki keahian khusus dalam memasak karena tidak semua pembantu rumah tangga memiliki kemampuan dalam memasak. Sedangkan untuk pekerjaan seperti mencuci mobil dan mengurus taman bukan dalam lingkup pekerjaan pembantu rumah tangga, karena pekerjaan mengurus taman termasuk dalam pekerjaan seorang tukang kebun dan mencuci mobil adalah tugas seorang sopir.

 

Lalu bagaimana dengan mengasuh anak? Dalam hal mengasuh anak diperlukan sebuah keahlian khusus dalam mengasuh / mengurus anak, seperti halnya cara memandikan, memberikan makan, memberikan susu, mengajak bermain dsb itu semua memerlukan keahlian khusus,

contohnya dalam memberikan susu formula untuk anak maka diperlukan takaran yang pas antara berapa sendok susu, berapa cc air panas, dan berapa cc air dingin (adem : bukan air es), belum lagi cara menghadapi anak yang pendiam, aktif maupun hyperaktif perlu ekstra kesabaran dan keahlian khsusus. Kita tidak bisa mengajarkan hal demikian kepada pembantu rumah tangga kita, sebab tugas dan tanggung jawab seorang pembantu pun sudah besar antara kapan seorang pembantu bersih-bersih, beres-beres dan harus mengasuh anak sedangkan seorang anak perlu pengawasan ekstra, disini kita bisa bayangkan betapa repotnya melakukan semua itu

jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan terhadap anak kesayangan kita.

 

Kebanyakan kasus seorang pengguna jasa lebih mengutamakan mempekerjakan seorang pembantu rumah tangga untuk mengurus segala kebutuhan pekerjaan rumah tangganya, dengan pertimbangan utama yakni soal gaji pekerja yang dirasa akan memakan banyak pengeluaran rumah tangga apabila mempekerjakan pembantu rumah tangga dan baby sitter.

 

Sedangkan seorang ibu rumah tangga harusnya lebih mengerti pekerjaan rumah tangga itu sangat melelahkan, mulai dari bersih-bersih, mencuci, mengepel, menggosok pakaian, belum lagi memasak menyiapkan makan, merapihkan tempat tidur dan harus mengasuh anak, lalu bagaimana sebuah keluarga memilki rumah 2 lantai, anak 2 masih balita,dan hanya mempekerjakan pembantu rumah tangga untuk mengurus itu semua, belum lagi anda seorang yang sibuk di kantor. Seorang ibu rumah tangga pun terkadang kewalahan mengurus semua itu, apa yang terjadi dengan anak kita sedangkan anak butuh perhatian dan pengawasan yang ekstra anda tentu dapat membayangkannya bukan?

Jangan biarkan sesuatu terjadi kepada anak kita karena salah memilih atau karena maksud berhemat untuk mempekerjakan pembantu saja untuk beres-beres rumah dan serabutan termasuk mengurus anak, bukan kebaikan yang didapat malah menjadi malapetaka untuk sang buah hati karena kurangnya perhatian dan pengawasan yang baik.